Selasa, 10 Juni 2014
ASESMEN PENGUKURAN KECEPATAN LARI, ALAT UKURNYA, DAN CARA MENGUKURNYA
Asesmen Pengukuran Kecepatan Lari
Tes adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang seseorang / suatu obyek tertentuk (bentuk atau sasaran)
Pengukuran adalah suatu proses untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku. Jadi dapat kita simpulkan bahwa tes dan pengukuran olahraga adalah kumpulan informasi dari dari sesuatu yang diukur, hasilnya hanyalah data-data atau angka-angka hasil pengukuran dan hasil penguukran ini dilakukan untuk evaluasi atau untuk mengembangkan kecepatan lari.
Alat Dan Media Untuk Mengukur Kecepatan
1. Stopwatch
2. Lintasan lari 45,73 meter yang lurus, datar dan ditempatkan pada cross wind. Apabila permukaan yang digunakan berumput, rumput harus dalam keadaan kering.
3. Bendera starter
4. Peluit
Petugas:
1. Seorang starter
2. Tiga orang timer
3. Seorang pencatat
Cara Pelaksanaan Mengukur Kecepatan Lari:
A. Lari 100 Meter
1. Berilah tanda lintasan lari sepanjang 100 meter.
2. Tiap testi melakukan start dengan posisi berdiri, dan kaki depan tepat berada di atas garis start.
3. Pemberi tanda waktu berdiri pada garis finish, meneriakkan aba-aba “siap” dan mengayunkan bendera untuk memberi tanda start pada testi. Pada saat lengan diayunkan, pemberi tanda waktu secara bersamaan mulai menghidupkan stopwatch yang dipegang.
4. Hentikan stopwatch pada saat dada testi telah melewati garis finish.
5. Tekankan kepada testi agar lari secepat mungkin.
6. Testi diperbolehkan melakukan dua kali.
7. Penilaian yaitu catatlah waktu yang diperlukan pada pelaksanaan yang paling cepat dengan ketelitian 0,1 detik terdekat.
B. Lari 50 meter
a. Tujuan : Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan
b. Alat dan fasilitas terdiri dari:
1) Lintasan lurus, datar, rata, tidak licin, berjarak 50meter, dan mempunyai lintasan lanjutan.
2) Bendera start
3) Peluit
4) Tiang pancang
5) Stopwach
6) Serbuk kapur dan alat tulis
c. Petugas tes
1) Petugas keberangkatan
2) Pengukur waktu merangkap pencatat hasil
d. Pelaksanaan
1) Sikap permulaan
2) Peseta berdiri di belakang garis start.
3) Gerakan
a) Pada aba-aba “Siap” peserta mengambil sikap start berdir.
b) Pada aba-ba “Ya” peserta lari secpmungkin menuju garis finis, menemph jarak 50meter.
e. Lari masih bisa diulang apabila:
1) Pelari mencuri start
2) Pelari tudak melewati garis finish
3) Pelari terganggu dengan pelari lain.
f. Pencatat hasil
1) Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 50 meter, dalam satuan waktu detik.
2) Waktu dicatat satu angka di belakang koma.
C. Lari 2,4 kilometer
Cara melakukan tes kecepatan lari pada lari 2.4 km adalah sebagai berikut
1. Atlet melakukan pemanasan selama 10 menit
2. Asisten memberikan perintah "GO", mulai stopwatch dan atlet dimulai tes
3. Asisten terus atlet diberitahu tentang waktu di akhir putaran masing-masing dan jumlah lap yang tersisa untuk menyelesaikan tes
4. Catatan asisten waktu yang dibutuhkan untuk setiap lap dan waktu yang dibutuhkan untuk atlet untuk menjalankan 2.4km
5. Waktu yang direkam digunakan untuk menganalisis kinerja atlet
6. Waktu lap dapat digunakan untuk menganalisa penilaian kecepatan atlet.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
TERIMA KASI ATAS TULISANYA SAUDARA
BalasHapus