Rabu, 21 Mei 2014

PSIKOLOGI OLAHRAGA

PSIKOLOGI OLAHRAGA
1. Buat sejarah perkembangan psikologi Olahraga?
2.  Mengapa perlu sejarah Olahraga untuk dipelajari?
3. Pengertian motivasi dan motif dalma pendidikan Olahraga?
4. Jelaskan pengertian motivasi internal dan eksternal?

1.      Sejarah Perkembangan Psikologi Olahraga
Catatan tentang sejarah perkembangan Psikologi Olahraga sudah dimulai sejak tahun 1895, sesuai dengan apa yang telah dikemukukn oleh Silva III dan Weinbrg pada tahun 1984. Dalam catatan tersebut mereka mengungkapkan bahwa  psikologi pertama kali di lakukan oleh George W. Fitz. George W. Fitz adalah seorang kepala Departemen Anatomi, Fisiologi dan Latihan Fisik pada Havard’s Lawrence Scientific School sejak 1899, dan sebagai penanggung jawab berdirinya laboratorium pertama di Amerika Utara yang menyelidiki waktu reaksi (reaction time) yang tercamtum dalam “Psychological Review”. George W Fitz telah berhasil menemukan alat-alat untuk mengukur kecepatan dan ketepatan seseorang untuk menyentuh objek yang dihadapkan tiba-tiba dan dalam posisi yang tidak terduga.
William G. Anderson (1899). William G. Anderson adalah seorang tokoh Pendidikan Jasmani terkemuka dan tokoh pendiri American Association for Health, Physical Education, recheation and Dance. Selama akademinya (1897-1898) menyelesaikan eksperimen mengenai “Mental Practice”, Transfet of Training, dan Transfer of Musculer Strength.
Pada tahun 1914 Robert A. Cummins seorang instruktur psikologi pada Universitas Wasington meneliti efek latihan basketball terhadap reaksi motorik, prehatian dan kesanggupan mengingat. Dan ditahun 1914 Nornam Tripett, ahli psikologi dari Univrsitas Indiana, mentyelenggarakan studi untuk membuktikan hubungan antara pengaruh penonton terhadap penampilan motorik. Di tahun 1914 Scripture, direktur laboratorium psikologi Universitas Yale, berpendapat bahwa watak yang baikdan sifat-sifat pribadi dapat dipelihara dengan berperan serta dalam olahraga dan sifat-sifat tersebut dapat ditransfer dalam keadaan yang berbeda dalam kehidupan seseorang.
Pada tahun 1920 berdirilah Laboratorium psikologi pertama di Amerika Utara yang didirikan oleh Carl Diem  di “Deutsche Hochschule Fur Leibesubungen” di Berlin. Dan pada awal tahun 1925 A.Z. Puni mendirikan sebuah Laboratorium Psikologi Olahraga di ”Institut of Fhysical Culture” di Leiningrad, Rusia.
Sebagainama dikemukakan oleh kroll dan Lewis, yang dikutip oleh Scraub (1980), Griffith lebih banyak mencurahkan perhatiannya untuk meneliti ketrampilan psikomotor, proses belajar dan variable-variable kepribadian. Sehubungan dengan itu Griffith mengembangkan sejumlah alattertentu, meliputi
(1)   Alat pengukur reaksi otot yang diberi beban
(2)   Test kecerdikan dalam base ball
(3)   Test ketegangan otot dan relaksasi
(4)   Test untuk membedakan 4 tipe serial reaction times
(5)   Test untuk engukur ketegangan, koordinasi otot-otot dan kemampuan belajar
(6)   Test waktu reaksi terhadap sinar, suara dan tekanan
(7)   Test untuk mengukur fleksibilitas koordinasi
(8)   Test mengukur kepekaan otot
(9)   Test kepekaan mental yang dikembangkan khusus untuk atlet
Pada tahun 1932, Griffith meletakkan jabatan Direktur Athletic Research Laboratoty karena suatu pembatasan bantuan financial. Griffith menyelenggarakan bermacam-macam penelitian hingga akhirnya menjadi professor dalam psikologi pendidikann menjelang masa pensiunanya.
John D. Walter, seorang professor pendidikan jasmani di Pennsylvania State University, dan Clarence Regsdale dari Universitas Wisconsin mendirikan laboratorium motor learning pada tahun 1930.
Pada tahun 1935 Henry telah mengambil prakarsa mengadakan kursus di Berkeley dengan judul “Psycological Basis of Physical Activity”.
Sesudah Perang Dunia II berakhir, Warren R. Johnson mengawali penelitian mengenai bermacam-macam elemen stress dan dampaknya terhadap penampilan atlet pada tahun 1949. Johnson berkesimpulan bahwa emosi kuat sebagai gejala wajar rasa takut dan rasa cemas sebelum bertanding tidak tampak sebagai faktor utama yang istimewa pada sebakbola, tetapi ada indikasi yang kuat bahwa ini merupakan sesuatu yang penting dan serius dalam gulat.
Beberapa penelitian setelah perang dunia II
Tahun 1952, John M. Harmon dari Universitas Boston dan Johnson dari Universitas Maryland, menemukan reaksi-reaksi emosional dari atlet-etlet Collage.
Tahun 1954, Johnson bersama Daniel H. Hutton (Universitas Maryland) dan Granvile B. Johnson (Emori University) Meneliti sifat-sifat kepribadian dari kelompok selektif atlet-etlet yang tergolong superior.
Tahun 1955, Burris F. Husman (Maryland) menyusun disertasi mengenai agresivitas petinju dan pegulat.
Tahun 1955, Johnson bersama Daniel H. Hulton meneliti dampak olahraga perkelahian terhadap dimanika perkembangan kepribadian.
Tahun 1955, Franklin M. Henrry dan Celeste Ulrice mulai menganalisis pengaruh stress terhadap penampilan atlet. Kmudian penelitian ini dilanjutkan para ahli psikologi olahraga lain.
Perkembangan tahun 1965 (setelah Kongres Psikologo Olahraga)
Pada tahun ini diadakan  kongres psikologi olahraga untuk yang pertama kalinya di Roma dan di prakarsai oleh seorang psikiater yaitu Prof. Ferrucio Antonelli. Dalam kongres ini disepakati untuk membentuk International Society of Sport Psycology (ISSP).
Setelah diadakan kongres pertama, perkembangan psikologi olahraga sangat pesat yang ditandai dengan:
Tahun 1966, Robert Morfold (Berceley) telah mengajarkan psikologi olahraga/ motor learning di Universitas Alberta.
Dialnjutkan oleh Richard B. Alderman dan Bob Wilberg B. J. Cratty di Universitas Calivornia, Mereka juga menulis buku “ Movement Behavior and Motor Learning” (1964).
Tahun 1966, di Amerika berdiri organisasi yang bergerak di bidang psikologi olahraga “Norh American Society for the Psicology of Sport  and Physical Activity” (NASPSPA).
Tahun 1967, kumpulan tulisan “Beiser’s Book” diedit oleh R. Solvenko dan J.A. Knight, kemudian diterbitkan dengan judul “Motivations in Play, Games and Sport”.
Tahun 1968, diadakan kongres psikologi olahraga ke-2 di Washingtown DC.
Tahun 1984, john H. Salmela dari Universitas Montreal mengetengahkan hasil survey para direktur federasi olahraga Kanada tentang prioritas tindakan professional yang paling membutuhkan bantuan dari ilmu olahraga.
Dikemukakan juga oleh Saparinah dan sumarmo 1982 bahwa disamping Amerika, maka beberapa Negara seperti Rusia, Jerman Timur, Austria, Cekosolovakia dan Norwegia telah secara konkrit memanfaatkan psikologi olahraga untuk para atlet nasionalnya. Di Norwegia telah dibuka studi mengenai “Sports Pschology”.

2.      Mengapa perlu Psikologi Olahraga untuk dipelajari?
Manfaat mempelajari psikologi olahraga dapat dikaitkan dengan tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan. Menurut Kerlinger (1975) tujuan ilmu pengetahuan meliputi:
Tujuan Eksplanatif menjelaskan dan memahami gejala tingkah laku dan pengalaman manusia berolahraga sangat perlu karena tindakan dan perbuatan yang tampak dan hakekatnya tidak dapat terlepas dari sikap yang tidak tampak yang didorong oleh faktor-faktor psikologik lainnya.
Tujuan membuat Prediksi, meramalkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi dalam olahraga perlu sehingga lebih siap menghadapi hal-hal yang mungkin terjadi. Prdiksi yang tepat didasarkan atas fakta-fakta atau pengalaman empirik dan analis deduktif dengan menerapkan teori-teori yang tepat.
Tujuan mengontrol, mengendalikan gejala-gejala tingkah laku dalam olahraga yang menjurus ke hal-hal yang tidak menguntungkan perkembangan subjek, dalam hal ini kalau perlu dapat mengadakan tindakan perlakuan untuk menanggulanginya.

3.      Pengertian motivasi dan motif dalma pendidikan Olahraga?
Motivasi adalah suatu dorongan seseorang untuk mencapai tujuan, dan selalu berusaha melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, karena memiliki daya tarik untuk mengembangkan berbagai kemampuan, menumbuhkan harapan-harapan, memberikan pengalaman yang membanggakan, meningkatkan kesehatan jasmani juga dapat memenuhi segala kebutuhan praktis dalam hidup sehari-hari, dan sebagainya.
Motif adalah sumber penggerak dan penolong yang bersifat dinamik, dapat dipengaruhi, merupakan diterminan sikap dan pendorong suatu tindakan terarah pada tujuan tertentu untuk mendapatkan kepuasan atau menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan , baik didasari atau tidak didasari, dan ada hubungannya dengan aspek kognitif, konatif, dan afektif. Motif adalah sumber penggerak dan pendrong tingkah laku individu memenuhi kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan tertentu.

4.      Jelaskan pengertian motivasi internal dan eksternal?
Motivasi internal adalah suatu dorongan dari diri sendiri, untuk menggeluti atau melakukan suatu aktifitas yang digemari.
Motivasi internal adalah suatu motivasi yang dating dari luar, seperti dari orang tua, teman, kerabat dekat, dan sebagainya. Agar dapat menggemari suatu aktifitas, dari ingin menjadi ingin.


Komponen Fisik

KOMPONEN-KOMPONEN FISIK

Komponen-komponen fisik terdiri dari sepuluh aspek, yaitu:
1.    KEKUATAN
A.    Pengertian
            Strength adalah segala bentuk Komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuanya dalam menggunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja., Kekuatan adalah kekuatan otot yang banyak di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama otot tungkai yang harus menahan berat.
Kekuatan adalah kapasitas kontraksi dari otot, yang merupakan gerakan  otot dari gerakan pertamanya sampai jarak gerakan sepenuhnya dan mengulangi kemampuan tersebut terhadap perlawanan ; sedapat mungkin mendekat pad ketahan stress yang maksimal.
B.    Bentuk Latihan
a.    Dengan menggunakan Berat Badan Sendiri :
·         Bench Press ( beban 80% berat badan )
·         Curl ( Punggung menempel pada dinding )
·         Press Up dengan lengan sebagai penopang dan punggung lurus
·          Press Up pada Ujung jari
·          Press up slapping chest : press up sambil memukul dada
·         Press up clapping hands : press up sambil bertepuk tangan
·         Press up with feet raised : press up seperti latihan 1 sambil mengangkat 1 kaki
·         Knee raise (angkat lutut), tidur terlentang tingkai lurus kedepan dengan kedua lengan disamping badan. Bawa kedua lutut kedada kembalikan ke posisi semula
·          Sit-up
·         Diagonal sit-up
·         Standing squats
b.    Latihan dengan kawan sebagai beban latihan
·         Separate Wrist : berdiri berhadapan, pegang pergelangan tangan kawan lalu berusaha memisahkan kedua pergelangan kawanmu.
·         Separate Legs
·         Clap hands : berpasangan tidur terlentang, kepala bersentuhan dengan terentan


1.    KECEPATAN
A.    Pengertian
Speed adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan secara berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu yang sesing-singkatnya. 
Kecepatan adalah berhubungan dengan kemampuan untuk melakukan gerakan dalam waktu yang singkat.
B.    Bentuk latihan
a.    Balap sepeda
b.    Pukulan dalam tinju
c.    Panahan
d.    Running Speed Drills
e.    Running on the spot(lari di tempat, angkat lutut tinggi)
f.      Speed Assisted Work (belari menuruni bukit)
g.     Speed Resisted Work (berlari mendaki bukit)
h.    Speed Endurance Work (memukul serta melompat-lompat dalam waktu yang singkat).

C.   Metode Sprint terdiri :
·         Accelaration Sprints ( meningkatkan kecepatan berlari )
·         Hollow Sprint ( bentuk latihan kecepatan )
·         Repetion sprint ( Kecepatan lari yang konstan )


2.    KELINCAHAN
A.    Pengertian
Kelincahan adalah kemampuan bergerak cepat ke segala arah,yaitu kemampuan memulai dan berhenti melakukan gerakan dengan cepat.
Kelincahan adalah berhubungan dengan cara mengubah arah posisi tubuh dengan kecepatan dan kecepatan tinggi. Kelincahan adalah kemampuan seseorang mengubah posisi tertentu. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik.

B.    Bentuk latihan
a.    Agilty Run
b.    Zig-zag Run
c.    Lari Bolak-balik (shuttle Run)
d.    Illionis Agility Run


3.    KESEIMBANGAN
A.    Pengertian
Balance adalah strength dari seseoranguntuk mempertahankan sikap dan posisi tubuh secara tepat pada saat berdiri ( static balance) atau pada saat melakukan gerakan ( dynamic balance).
Keseimbangan adalah kemampuann seseorang dengan sikap mempertahankan keadaan seimbang (equilibrium) ketika sedang diam atau sedang bergerak.
Keseimbangan adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan organ-organ syaraf otot, seperti handstand atau mencapai keseimbangan sewaktu seseorang sedang berjalan kemudian terganggu (misalnya tergelincir dan lain-lain).

B.    Bentuk Latihan
a.    Naik sepeda dengan melewati balok kayu.
b.    Berdiri pada balok yang berukuran 10 x 10 cm dan balok di taruh di atas permukaan air.
c.    Berdiri dengan kaki dengan mengangkat sebelah kanan atau kiri secara bergantian


4.    KELENTUKAN (fleksibilitas)
A.    Pengertian
Kelentukan adalah kemampuan persendian untuk melakukan gerakan dalam ruang gerak  sendi secara maksimal( range of Moverment ).
Kelentukan adalah kemampuan seseorang untuk meningkatkan tubuh bagian-bagian tubuh dalam suatu ruang gerak yang seluas mungkin, tanpa mengalami cedera pada persendian dan otot di sekitar persendian. (menurut Johnson dan Nelson 1969).
 Kelentukan adalah afektivitas seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas.
B.    Bentuk Latihan
a.    Peregangan Statis (dengan gerak yang perlahan tetapi dilakukan terus menerus). 
b.    Peregangan Balistis (peregangan yang dilakukan dengan gerak memantul-mantulkan).Semuanya meliputi :
1.    Leher,
2.     Bahu dan dada,
3.    Lengan, bahu dan dada,
4.    Lengan dan bahu,
5.     Otot belakang bawah (lower back),
6.    Pantat dan panggul,
7.    Otot belakang bawah dan perut,
8.    Otot pangkal paha,
9.    Otot pangkal paha panggul paha bagian dalam
10.  Otot paha belakang (hamstring),
11.  Otot paha depan (Quadriseps) dan ankle,
12.  Otot paha depan dan panggul,
13.  Otot betis dan tungkai bawah

5.    DAYA TAHAN ( Endurance )
A.    Pengertian
Daya tahan ( endurance ) adalah Kapasitas otot melakukan kontraksi secara terus-menerus pada tingkat intensitas sub maksimal.
Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan secara maksimum yang di kerahkan dalam waktu sependek-pendeknya. (menurut Harre D. 1986, Principles of Sport, Training Sport, Verlag Berlin).
Daya tahan adalah kemampuan dan kesanggupan otot untuk bekerja berulang-ulang tanpa mengalami kelelahan. (menurut Robbins, Power and Burgers ; 1994)
B.    Bentuk Latihan
a.    Latihan daya tahan Aerobik Yang melipputi :
·         Lari terus menerus untuk waktu yang lama (long Continous running)
Bentuk latihan yang berlangsung lama dan terus menerus ini meningkatkan kemampuan menghirup oksigen dan memungkinkan metabolisme berlangsung lebih efesien.
·         Latihan interval (latihan dengan metode interval)
Latihan interval adalah metode latihan daya tahan yang biasa di pakai di berbagai cabang olahraga seperti berenang, bersepeda, dan kebanykan olehraga permainan. Latihan interval memiliki  memiliki perbandingan periode kerja dan istirahat yang cukup. Sebagai contoh seorang perenang dengan program latihan 10 x 100 meter sprint dengan istirahat berenang perlahan sepanjang kolam, yang berukuran 50 meter, antara setiap jarak 100 meter sprint tersebut. Dengan latihan yang efektif periode istirahatnya dapat di buat lebih singkat.
b.    Daya Tahan Otot ( Muscular Endurance )
c.     Merencanakan tes daya tahan otot,seperti :
·         Maximum Press Ups
·         Abdominal curl Conditioning test yaiti sit up yang progresif.

6.    KETEPATAN ( Accuracy )
A.    Pengertian
Akurasi adalah kemampuan untuk mengendalikan gerakan-gerakan bebas terhadap suatu sasaran.dapat berupa sasaran atau objek langsung  yang harus dikenai oleh salah satu bagian tubuh.
B.    Bentuk Latihan
1.    Bermain Basket dengan Memasukan bola kedalam keranjang
2.    Memanah,Konsentrasi dalam membidikik anak panah dan menarik busur panahnya.

7.    REAKSI ( Reaction )
A.    Pengertian
Reaksi ( Reaction ) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan atau bertndak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera ( Gerak penerima oleh suatu rangsang yang datang ).
Reaksi adalah kemampuan gerak yang ada, pada manusia dalam melakukan aktifitas fisik dan ini merupakan wujud dari kemampuan organ-organ tubuh memenuhi kebutuhan dan menggunakan oksigen sehingga memungkinkan melakukan aktivitas fisik terus menerus tanpa istirahat, serta kemampuan membuang dan menghambat bertambahnya konsentrasi asam laktat di dalam tubuh.
B.    Bentuk latihan
Dribling bola pada permainan basket,mengoper bola pada teman,berarti secara reflek menerima bola untuk dimasukkan kedalam ring baske

8.    KOORDINASI
A.    Pengertian
Koordinasi adalah kemampuan untuk melakukan gerakan atau kerja dengan tepat dan efisien.koordinasi ini menyatakan hubungan harmonis berbagai factor yang terjadi pada suatu gerakanKoordinasi adalah yang berhubungan dengan kemampuan untuk menggunakan panca indera seperti penglihatan dan pendengaran, bersama-sama dengan tubuh tertentu di dalam melakukan kegiatan motorik dan harmonis dan ketepatan tinggi
B.    Bentuk Latihan
Naik turun bangku mengikuti irama yang teratur sebanyak 120 kali permenit selama 5 menit. Gunanya untuk melatih kemampuan belajar yang bersifat sensomotorik.

9.    POWER
A.    Pengertian
Kesanggupan atau kemampuan dari tubuh manusia untuk melakukan penyesuaian untuk melakukan penyesuaian atau adaptasi terhadap beban fisik yang di hadapi tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, dan memiliki kapasitas cadangan untuk melakukan aktifitas berikutnya. (menurut Hairy. 1989 dan Hopkins 2002)
Toleransi terhadap stress otot di mana suatu otot dapat mempertahankan pada beban kerja tertentu. (menurut Iskandar. Z. A. dan Engkos Kosasih, penerbit Akademika Pressindo, Cv.).
Kemampuan badan seoarang atlet untuk mengambil oksigen secara maksimal. (Engkos Kosasih, Olahraga Teknik dan Program latihan.)
B.    Bentuk latihan
Sesi latihan dasar plyometrik
Sesi latihan ini di dahului oleh pemanasan berlangsubg 15-20 menit yang di lakukan dengan progress latihan yang teratur dari latihan sederhana ke latihan dengan tuntutan plyometrik yang lebih kompleks. Coba lakukan 3-5 set latihan plyometrik dengan 8-12 repetisi yang terus menerus untuk setiap latihan, berikan 1-2 menit istirahat anatara tiap set latihan :
a.    Tanding broad jump ( mengukur gertak eksplosif tubuh ).
b.    Vertical jump ( dengan meraih titik tertinggi dengan ujung jari tangan ).
c.    Medicine Ball Throw ( mengetahui kekuatan tubuh bagian atas ).
d.    Hopping adalah melompat mendarat dengan kaki yang sama, gunakan kedua kaki.
e.    Knee tuck adalah latihan melompat dengan membawa lutut ke dada setinggi mungkin.
f.     Skipping adalah lari angkat lutut setinggi mungkin


 PENDIDIKAN OLAHRAGA


A.   Pendidikan Jasmani
Pengertian
Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak
Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional2. Tujuan Pendidikan Jasmani :
1.    Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2.    Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik
3.     Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4.    Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5.    Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
6.    Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
7.    Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani
Permainan dan olahraga meliputi : Olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
 Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya
Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya
Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung
Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek.
Perbedaan Makna Pendidikan Jasmani Dan Pendidikan Olahraga
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh guru-guru penjas belakangan ini adalah : “Apakah pendidikan jasmani?” Pertanyaan yang cukup aneh ini justru dikemukakan oleh yang paling berhak menjawab pertanyaan tersebut.
Hal tersebut mungkin terjadi karena pada waktu sebelumnya guru itu merasa dirinya bukan sebagai guru penjas, melainkan guru pendidikan olahraga. Perubahan pandangan itu terjadi menyusul perubahan nama mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, dari mata pelajaran pendidikan olahraga dan kesehatan (orkes) dalam kurikulum 1984, menjadi pelajaran “pendidikan jasmani dan kesehatan” (penjaskes) dalam kurikulum1994.
Perubahan nama tersebut tidak dilengkapi dengan sumber belajar yang menjelaskan makna dan tujuan kedua istilah tersebut. Akibatnya sebagian besar guru menganggap bahwa perubahan nama itu tidak memiliki perbedaan, dan pelaksanaannya dianggap sama. Padahal muatan filosofis dari kedua istilah di atas sungguh berbeda, sehingga tujuannya pun berbeda pula. Pertanyaannya, apa bedanya pendidikan olahraga dengan pendidikan jasmani ?
Pendidikan jasmani berarti program pendidikan lewat gerak atau permainan dan olahraga. Di dalamnya terkandung arti bahwa gerakan, permainan, atau cabang olahraga tertentu yang dipilih hanyalah alat untuk mendidik. Mendidik apa ? Paling tidak fokusnya pada keterampilan anak. Hal ini dapat berupa keterampilan fisik dan motorik, keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah, dan bisa juga keterampilan emosional dan sosial.
Karena itu, seluruh adegan pembelajaran dalam mempelajari gerak dan olahraga tadi lebih penting dari pada hasilnya. Dengan demikian, bagaimana guru memilih metode, melibatkan anak, berinteraksi dengan murid serta merangsang interaksi murid dengan murid lainnya, harus menjadi pertimbangan utama.


C.   PENDIDIKAN REKREASI
Pengertian Rekreasi
Rekreasi, dari bahasa Latin, re-creare, yang secara harfiah berarti ‘membuat ulang’, adalah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran kembali jasmani dan rohani seseorang. Hal ini adalah sebuah aktivitas yang dilakukan seseorang selain pekerjaan. Kegiatan yang umum dilakukan untuk rekreasi adalah pariwisata, olahraga, permainan, dan hobi.Kegiatan rekreasi umumnya dilakukan pada akhir pekan. Secara umum rekreasi dapat dibedakan dalam dua golongan besar, yaitu rekreasi pada tempat tertutup (indoor recreation) dan rekreasi di alam terbuka (outdoor recreation). Kamus Webster mendefinisikan rekreasi sebagai “sarana untuk menyegarkan kembali atau hiburan” (a means of refreshmnet or diversion). Rekreasi dapat dinikmati, menyenangkan, dan bisa pula tanpa membutuhkan biaya. Rekreasi memulihkan kondisi tubuh dan pikiran, serta mengembalikan kesegaran. Rekreasi adalah “kegiatan atau pengalaman sukarela yang dilakukan seseorang di waktu luangnya, yang memberikan kepuasan dan kenikmatan pribadi.” Meyer, Brightbill, dan Sessoms. Berdasarkan peninjauan secara terminologi keilmuan, REKREASI berasal dari dua kata dasar yaitu RE dan KREASI, yang secara keseluruhan berarti kembali menggunakan daya pikir untuk mencapai kesenangan atau kepuasan melalui suatu kegiatan. Kamus Webster mendefinisikan rekreasi sebagai “sarana untuk menyegarkan kembali atau hiburan” (a means of refreshmnet or diversion).

Pengertian Rekreasi Olahraga
Olaharaga rekreasi adalah jenis kegiatan olahraga yang dilakukan pada waktu senggang atau waktu-waktu luang.
Menurut Kusnadi (2002:4) Pengertian Olahraga Rekreasi adalah olahraga yang dilakukan untuk tujuan rekreasi.
Menurut Haryono (19978:10) Olahraga rekreasi adalah kegiatan fisik yang dilakukan pada waktu senggang berdsarkan keingginan atau kehendak yang timbul karena memberi kepuasan atau kesenangan.
Menurut Nurlan Kusmaedi (2002:4) olahraga rekreasi adalah kegiatan olahraga yang ditujukan untuk rekreasi atau wisata.
Menurut Aip Syaifuddin (Belajar aktif Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SMP, Jakarta, Grasindo.1990) Olahraga rekreasi adalah jenis kegiatan olahraga yang dilakukan pada waktu senggang atau waktu-waktu luang.
Pengertian rekreasi olahraga suatu kegiatan ynag menyenangkan yang mengandung unsur gerak positif.
Rekreasi Olahraga adalah aktivitas indoor maupun outdoor yang didominasi unsure-unsure olahraga (gerak) sehingga dapat menyenangkan

Tujuan Rekreasi Olahraga
Tujuan rekreasi olahraga adalah:
ü         Pengisi waktu luang
ü         Pelepas lelah, kebosanan dan kepenatan
ü         Sebagai imbangan subsisten activity (kegiatan pengganti/pelengkap), contoh pendidikan dan pekerjaan/bekerja
ü         Sebagai pemenuh fungsi sosial (fungsi sosial ini dilakukan untuk kegiatan berkelompok serta rekreasi aktif).
ü         Untuk memperoleh kesegaran jasmani dengan olahraga yang menyenangkan
ü         Memperoleh kesenangan dengan cara berolahraga
ü         Memperkenalkan olahraga bahwa olahraga itu menyenangkan

Peranan Rekreasi dalam Kehidupan
Menurut Krippendorf (1994), kegiatan rekreasi merupakan salah satu kegiatan yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Kegiatan tersebut ada yang diawali dengan mengadakan perjalanan ke suatu tempat. Secara psikologi banyak orang di lapangan yang merasa jenuh dengan adanya beberapa kesibukan dan masalah, sehingga mereka membutuhkan istirahat dari bekerja, tidur dengan nyaman, bersantai sehabis latihan, keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan, mempunyai teman bekerja yang baik, kebutuhan untuk hidup bebas, dan merasa aman dari resiko buruk. Melihat beberapa pernyataan di atas, maka rekreasi dapat disimpulkan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan sebagai pengisi waktu luang untuk satu atau beberapa tujuan, diantaranya untuk kesenangan, kepuasan, penyegaran sikap dan mental yang dapat memulihkan kekuatan baik fisik maupun mental.
Banyak nilai yang dapat diperoleh dari rekreasi dengan menggunakan dasar persekutuan. Ketegangan dapat dilepaskan dan energi yang ada dapat digunakan dengan cara-cara yang berguna. Anak-anak dapat diajari bagaimana berolah raga dalam berbagai kegiatan sehingga kemampuan individu dapat dibangun dan ditingkatkan melalui rekreasi. Anak-anak perlu belajar berelasi dengan orang lain di arena bermain sebagaimana di dalam kelas atau rumah. Kreativitas dapat ditingkatkan dan dibangun, dan cara-cara baru untuk melakukannya dapat diperkenalkan. Salah satu manfaat penting dari rekreasi adalah dalam pembentukan karakter/sifat. Telah dikatakan bahwa “anak-anak belajar melalui bermain”. Melalui suatu program rekreasi yang telah disusun dan direncanakan dengan baik, anak-anak dapat belajar untuk menikmati penggunaan waktu sebaik-baiknya. Tantangan pada pengajaran yang efektif dengan menggunakan latar alami amat tidak terbatas bagi para pemimpin dan para guru.
Secara lebih spesifik peranan rekreasi dalam kehidupan sosial dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
ü         Mengembangkan rasa menghargai dan mencintai lingkungan serta melestarikannya.
ü         Mengembangkan pengertian dan kemampuan serta pemahaman akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan menggunakannya secara bijaksana.
ü         Menggugah kesadaran manusia akan pentingnya membina hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya serta agar semakin mengenal sifat ataupun karakternya.
ü         Membantu mengembangkan secara positif tingkah laku serta hubungan sosial kepada individu.
ü         Membantu mengembangkan ilmu pengetahuan tentang praktek lingkungan yang sehat.
ü         Membantu membuat pelajaran di kelas agar menjadi lebih berarti melalui pengalaman langsung di lapangan.
ü         Membuka peluang membangun kerjasama antar masyarakat sekolah dengan organisasi pelayanan rekreasi pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
ü         Menumbuhkan dan atau memperkuat rasa percaya diri dan harga diri yang merupakan pondasi yang kuat untuk menumbuhkan “self concept”.
ü         Mempererat persaudaraan dan tumbuhnya saling mendukung diantara anggota kelompok .
ü         Menambah atau meningkatkan keterampilan dan koordinasi.
ü         Menambah kesenangan pribadi serta rasa kebersamaan antara anggota kelompok.
ü         Mendidik seseorang untuk dapat mengisi waktu luangnya dengan kegiatan positif dalam arti, tidak merugikan dirinya sendiri, orang lain, atau lingkungan/alam dan sebaliknya mencegah munculnya kegiatan negatif, seperti penggunaan narkoba, vandalisme kegiatan destruktif, dan kegiatan negatif lain yang sejenis.
ü         Mengembangkan budaya hidup sehat, baik untuk pribadi maupun untuk orang lain dan atau lingkungan alamnya.
Sasaran Rekreasi Olahraga
Sasaran rekreasi olahraga yaitu semua kalangan masyarakat, olahraga sesuai dengan usia contoh hiking dilakukan oleh anak usia dewasa bukan dilakukan untuk anak kecil. Dan untuk anak kecil dapat disesuaikan dengan gerak yang dibutuhkan usia anak kecil.

GERAK
Gerak sebagai kebutuhan anak
Dunia anak-anak adalah dunia yang segar, baru, dan senantiasa indah, dipenuhi keajaiban dan keriangan. Demikian Rachel Carson dalam sebuah ungkapannya. Namun demikian, menurut Carson, adalah kemalangan bagi kebanyakan kita bahwa dunia yang cemerlang itu terenggut muram dan bahkan hilang sebelum kita dewasa.
Dunia anak-anak memang menakjubkan, mengandung aneka ragam pengalaman yang mencengangkan, dilengkapi berbagai kesempatan untuk memperoleh pembinaan . Bila guru masuk ke dalam dunia itu, ia dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan pengetahuannya, mengasah kepekaan rasa hatinya serta memperkaya keterampilannya.
Bermain adalah dunia anak. Sambil bermain mereka belajar. Dalam hal belajar, anak-anak adalah ahlinya. Segala macam dipelajarinya, dari menggerakkan anggota tubuhnya hingga mengenali berbagai benda di lingkungan sekitarn