KOMPONEN-KOMPONEN
FISIK
Komponen-komponen
fisik terdiri dari sepuluh aspek, yaitu:
1. KEKUATAN
A.
Pengertian
Strength
adalah segala bentuk Komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuanya dalam
menggunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja., Kekuatan adalah
kekuatan otot yang banyak di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama otot
tungkai yang harus menahan berat.
Kekuatan adalah kapasitas kontraksi dari otot,
yang merupakan gerakan otot dari gerakan pertamanya sampai jarak gerakan
sepenuhnya dan mengulangi kemampuan tersebut terhadap perlawanan ; sedapat
mungkin mendekat pad ketahan stress yang maksimal.
B.
Bentuk
Latihan
a.
Dengan
menggunakan Berat Badan Sendiri :
·
Bench
Press ( beban 80% berat badan )
·
Curl
( Punggung menempel pada dinding )
·
Press
Up dengan lengan sebagai penopang dan punggung lurus
·
Press
Up pada Ujung jari
·
Press
up slapping chest : press up sambil memukul dada
·
Press
up clapping hands : press up sambil bertepuk tangan
·
Press
up with feet raised : press up seperti latihan 1 sambil mengangkat 1 kaki
·
Knee
raise (angkat lutut), tidur terlentang tingkai lurus kedepan dengan kedua
lengan disamping badan. Bawa kedua lutut kedada kembalikan ke posisi semula
·
Sit-up
·
Diagonal
sit-up
·
Standing
squats
b.
Latihan
dengan kawan sebagai beban latihan
·
Separate
Wrist : berdiri berhadapan, pegang pergelangan tangan kawan lalu berusaha
memisahkan kedua pergelangan kawanmu.
·
Separate
Legs
·
Clap
hands : berpasangan tidur terlentang, kepala bersentuhan dengan terentan
1. KECEPATAN
A.
Pengertian
Speed
adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam
bentuk yang sama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk
mengerjakan gerakan secara berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu
yang sesing-singkatnya.
Kecepatan adalah berhubungan dengan kemampuan
untuk melakukan gerakan dalam waktu yang singkat.
B.
Bentuk
latihan
a.
Balap
sepeda
b.
Pukulan
dalam tinju
c.
Panahan
d.
Running
Speed Drills
e.
Running
on the spot(lari di tempat, angkat lutut tinggi)
f.
Speed Assisted Work (belari menuruni bukit)
g.
Speed Resisted Work (berlari mendaki bukit)
h.
Speed
Endurance Work (memukul serta melompat-lompat dalam waktu yang singkat).
C.
Metode
Sprint terdiri :
·
Accelaration
Sprints ( meningkatkan kecepatan berlari )
·
Hollow
Sprint ( bentuk latihan kecepatan )
·
Repetion
sprint ( Kecepatan lari yang konstan )
2. KELINCAHAN
A.
Pengertian
Kelincahan
adalah kemampuan bergerak cepat ke segala arah,yaitu kemampuan memulai dan
berhenti melakukan gerakan dengan cepat.
Kelincahan
adalah berhubungan dengan cara mengubah arah posisi tubuh dengan kecepatan dan
kecepatan tinggi. Kelincahan adalah kemampuan seseorang mengubah posisi
tertentu. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan
tinggi dengan koordinasi yang baik.
B.
Bentuk
latihan
a.
Agilty
Run
b.
Zig-zag
Run
c.
Lari
Bolak-balik (shuttle Run)
d.
Illionis
Agility Run
3. KESEIMBANGAN
A.
Pengertian
Balance
adalah strength dari seseoranguntuk mempertahankan sikap dan posisi tubuh
secara tepat pada saat berdiri ( static balance) atau pada saat melakukan
gerakan ( dynamic balance).
Keseimbangan adalah
kemampuann seseorang dengan sikap mempertahankan keadaan seimbang (equilibrium)
ketika sedang diam atau sedang bergerak.
Keseimbangan adalah
kemampuan seseorang dalam mengendalikan organ-organ syaraf otot, seperti
handstand atau mencapai keseimbangan sewaktu seseorang sedang berjalan kemudian
terganggu (misalnya tergelincir dan lain-lain).
B.
Bentuk
Latihan
a.
Naik
sepeda dengan melewati balok kayu.
b.
Berdiri
pada balok yang berukuran 10 x 10 cm dan balok di taruh di atas permukaan air.
c.
Berdiri
dengan kaki dengan mengangkat sebelah kanan atau kiri secara bergantian
4. KELENTUKAN
(fleksibilitas)
A.
Pengertian
Kelentukan adalah kemampuan persendian untuk
melakukan gerakan dalam ruang gerak sendi secara maksimal( range of
Moverment ).
Kelentukan adalah kemampuan seseorang untuk
meningkatkan tubuh bagian-bagian tubuh dalam suatu ruang gerak yang seluas
mungkin, tanpa mengalami cedera pada persendian dan otot di sekitar persendian.
(menurut Johnson dan Nelson 1969).
Kelentukan
adalah afektivitas seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas
dengan penguluran tubuh yang luas.
B.
Bentuk
Latihan
a.
Peregangan
Statis (dengan
gerak yang perlahan tetapi dilakukan terus menerus).
b.
Peregangan
Balistis (peregangan yang dilakukan dengan gerak memantul-mantulkan).Semuanya
meliputi :
1.
Leher,
2.
Bahu dan dada,
3.
Lengan,
bahu dan dada,
4.
Lengan
dan bahu,
5.
Otot belakang bawah (lower back),
6.
Pantat
dan panggul,
7.
Otot
belakang bawah dan perut,
8.
Otot
pangkal paha,
9.
Otot
pangkal paha panggul paha bagian dalam
10. Otot paha belakang (hamstring),
11. Otot paha depan (Quadriseps) dan ankle,
12. Otot paha depan dan panggul,
13. Otot betis dan tungkai bawah
5. DAYA
TAHAN ( Endurance )
A.
Pengertian
Daya
tahan ( endurance )
adalah Kapasitas otot melakukan kontraksi secara terus-menerus pada tingkat
intensitas sub maksimal.
Daya tahan adalah kemampuan seseorang
untuk mempergunakan kekuatan secara maksimum yang di kerahkan dalam waktu
sependek-pendeknya. (menurut Harre D. 1986, Principles of Sport, Training
Sport, Verlag Berlin).
Daya tahan adalah kemampuan dan
kesanggupan otot untuk bekerja berulang-ulang tanpa mengalami kelelahan.
(menurut Robbins, Power and Burgers ; 1994)
B.
Bentuk
Latihan
a.
Latihan
daya tahan Aerobik Yang melipputi :
·
Lari
terus menerus untuk waktu yang lama (long Continous running)
Bentuk
latihan yang berlangsung lama dan terus menerus ini meningkatkan kemampuan
menghirup oksigen dan memungkinkan metabolisme berlangsung lebih efesien.
·
Latihan
interval (latihan dengan metode interval)
Latihan
interval adalah metode latihan daya tahan yang biasa di pakai di berbagai
cabang olahraga seperti berenang, bersepeda, dan kebanykan olehraga
permainan. Latihan interval memiliki memiliki perbandingan periode
kerja dan istirahat yang cukup. Sebagai contoh seorang perenang dengan program
latihan 10 x 100 meter sprint dengan istirahat berenang perlahan sepanjang
kolam, yang berukuran 50 meter, antara setiap jarak 100 meter sprint
tersebut. Dengan latihan yang efektif periode istirahatnya dapat di buat
lebih singkat.
b.
Daya
Tahan Otot ( Muscular Endurance )
c.
Merencanakan tes daya tahan otot,seperti :
·
Maximum
Press Ups
·
Abdominal
curl Conditioning test yaiti sit up yang progresif.
6. KETEPATAN
( Accuracy )
A.
Pengertian
Akurasi
adalah kemampuan untuk mengendalikan gerakan-gerakan bebas terhadap suatu
sasaran.dapat berupa sasaran atau objek langsung yang harus dikenai oleh
salah satu bagian tubuh.
B.
Bentuk
Latihan
1.
Bermain
Basket dengan Memasukan bola kedalam keranjang
2.
Memanah,Konsentrasi
dalam membidikik anak panah dan menarik busur panahnya.
7. REAKSI
( Reaction )
A.
Pengertian
Reaksi
( Reaction ) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan atau bertndak
secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera ( Gerak
penerima oleh suatu rangsang yang datang ).
Reaksi
adalah kemampuan gerak yang ada, pada manusia dalam melakukan aktifitas fisik
dan ini merupakan wujud dari kemampuan organ-organ tubuh memenuhi kebutuhan dan
menggunakan oksigen sehingga memungkinkan melakukan aktivitas fisik terus
menerus tanpa istirahat, serta kemampuan membuang dan menghambat bertambahnya
konsentrasi asam laktat di dalam tubuh.
B.
Bentuk
latihan
Dribling bola pada permainan
basket,mengoper bola pada teman,berarti secara reflek menerima bola untuk
dimasukkan kedalam ring baske
8. KOORDINASI
A.
Pengertian
Koordinasi adalah kemampuan untuk melakukan
gerakan atau kerja dengan tepat dan efisien.koordinasi ini menyatakan hubungan
harmonis berbagai factor yang terjadi pada suatu gerakanKoordinasi adalah yang
berhubungan dengan kemampuan untuk menggunakan panca indera seperti penglihatan
dan pendengaran, bersama-sama dengan tubuh tertentu di dalam melakukan kegiatan
motorik dan harmonis dan ketepatan tinggi
B.
Bentuk
Latihan
Naik turun bangku mengikuti irama yang
teratur sebanyak 120 kali permenit selama 5 menit. Gunanya untuk melatih
kemampuan belajar yang bersifat sensomotorik.
9. POWER
A.
Pengertian
Kesanggupan
atau kemampuan dari tubuh manusia untuk melakukan penyesuaian untuk melakukan
penyesuaian atau adaptasi terhadap beban fisik yang di hadapi tanpa menimbulkan
kelelahan yang berarti, dan memiliki kapasitas cadangan untuk melakukan
aktifitas berikutnya. (menurut Hairy. 1989 dan Hopkins 2002)
Toleransi
terhadap stress otot di mana suatu otot dapat mempertahankan pada beban kerja
tertentu. (menurut Iskandar. Z. A. dan Engkos Kosasih, penerbit Akademika
Pressindo, Cv.).
Kemampuan
badan seoarang atlet untuk mengambil oksigen secara maksimal. (Engkos Kosasih,
Olahraga Teknik dan Program latihan.)
B.
Bentuk
latihan
Sesi latihan
dasar plyometrik
Sesi
latihan ini di dahului oleh pemanasan berlangsubg 15-20 menit yang di lakukan
dengan progress latihan yang teratur dari latihan sederhana ke latihan dengan
tuntutan plyometrik yang lebih kompleks. Coba lakukan 3-5 set latihan
plyometrik dengan 8-12 repetisi yang terus menerus untuk setiap latihan,
berikan 1-2 menit istirahat anatara tiap set latihan :
a.
Tanding
broad jump ( mengukur gertak eksplosif tubuh ).
b.
Vertical
jump ( dengan meraih titik tertinggi dengan ujung jari tangan ).
c.
Medicine
Ball Throw ( mengetahui kekuatan tubuh bagian atas ).
d.
Hopping
adalah melompat mendarat dengan kaki yang sama, gunakan kedua kaki.
e.
Knee
tuck adalah latihan melompat dengan membawa lutut ke dada setinggi mungkin.
f.
Skipping
adalah lari angkat lutut setinggi mungkin
PENDIDIKAN
OLAHRAGA
A. Pendidikan
Jasmani
Pengertian
Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang
sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan
sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan
keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak
Pendidikan
jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas
fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam
hal fisik, mental, serta emosional2. Tujuan Pendidikan Jasmani
:
1.
Mengembangkan
keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan
kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan
olahraga yang terpilih
2.
Meningkatkan
pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik
3.
Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak
dasar
4.
Meletakkan
landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang
terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5.
Mengembangkan
sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan
demokratis
6.
Mengembangkan
keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
7.
Memahami
konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai
informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan
kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
Ruang Lingkup Pendidikan
Jasmani
Permainan
dan olahraga meliputi : Olahraga tradisional, permainan.
eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik,
kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis
lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
Aktivitas
pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan
bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
Aktivitas
senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan
dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
Aktivitas
ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas
lainnya
Aktivitas
air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di
air, dan renang serta aktivitas lainnya
Pendidikan
luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah,
menjelajah, dan mendaki gunung
Kesehatan,
meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya
yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang
sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera,
mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam
kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan
secara implisit masuk ke dalam semua aspek.
Perbedaan Makna Pendidikan Jasmani Dan
Pendidikan Olahraga
Salah
satu pertanyaan yang sering diajukan oleh guru-guru penjas belakangan ini
adalah : “Apakah pendidikan jasmani?” Pertanyaan yang cukup aneh ini justru
dikemukakan oleh yang paling berhak menjawab pertanyaan tersebut.
Hal
tersebut mungkin terjadi karena pada waktu sebelumnya guru itu merasa dirinya
bukan sebagai guru penjas, melainkan guru pendidikan olahraga. Perubahan
pandangan itu terjadi menyusul perubahan nama mata pelajaran wajib dalam
kurikulum pendidikan di Indonesia, dari mata pelajaran pendidikan olahraga
dan kesehatan (orkes) dalam kurikulum 1984, menjadi pelajaran “pendidikan
jasmani dan kesehatan” (penjaskes) dalam kurikulum1994.
Perubahan
nama tersebut tidak dilengkapi dengan sumber belajar yang menjelaskan makna dan
tujuan kedua istilah tersebut. Akibatnya sebagian besar guru menganggap bahwa
perubahan nama itu tidak memiliki perbedaan, dan pelaksanaannya dianggap sama.
Padahal muatan filosofis dari kedua istilah di atas sungguh berbeda, sehingga
tujuannya pun berbeda pula. Pertanyaannya, apa bedanya pendidikan olahraga
dengan pendidikan jasmani ?
Pendidikan
jasmani berarti program pendidikan lewat gerak atau permainan dan olahraga. Di
dalamnya terkandung arti bahwa gerakan, permainan, atau cabang olahraga
tertentu yang dipilih hanyalah alat untuk mendidik. Mendidik apa ? Paling tidak
fokusnya pada keterampilan anak. Hal ini dapat berupa keterampilan fisik dan
motorik, keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah, dan bisa
juga keterampilan emosional dan sosial.
Karena
itu, seluruh adegan pembelajaran dalam mempelajari gerak dan olahraga tadi
lebih penting dari pada hasilnya. Dengan demikian, bagaimana guru memilih
metode, melibatkan anak, berinteraksi dengan murid serta merangsang interaksi
murid dengan murid lainnya, harus menjadi pertimbangan utama.
C. PENDIDIKAN REKREASI
Pengertian Rekreasi
Rekreasi, dari bahasa Latin,
re-creare, yang secara harfiah berarti ‘membuat ulang’, adalah kegiatan yang
dilakukan untuk penyegaran kembali jasmani dan rohani seseorang. Hal ini adalah
sebuah aktivitas yang dilakukan seseorang selain pekerjaan. Kegiatan yang umum
dilakukan untuk rekreasi adalah pariwisata, olahraga, permainan, dan
hobi.Kegiatan rekreasi umumnya dilakukan pada akhir pekan. Secara umum rekreasi
dapat dibedakan dalam dua golongan besar, yaitu rekreasi pada tempat tertutup
(indoor recreation) dan rekreasi di alam terbuka (outdoor recreation). Kamus
Webster mendefinisikan rekreasi sebagai “sarana untuk menyegarkan kembali atau
hiburan” (a means of refreshmnet or diversion). Rekreasi dapat dinikmati,
menyenangkan, dan bisa pula tanpa membutuhkan biaya. Rekreasi memulihkan
kondisi tubuh dan pikiran, serta mengembalikan kesegaran. Rekreasi adalah
“kegiatan atau pengalaman sukarela yang dilakukan seseorang di waktu luangnya,
yang memberikan kepuasan dan kenikmatan pribadi.” Meyer, Brightbill, dan
Sessoms. Berdasarkan peninjauan secara terminologi keilmuan, REKREASI berasal
dari dua kata dasar yaitu RE dan KREASI, yang secara keseluruhan berarti
kembali menggunakan daya pikir untuk mencapai kesenangan atau kepuasan melalui
suatu kegiatan. Kamus Webster mendefinisikan rekreasi sebagai “sarana untuk
menyegarkan kembali atau hiburan” (a means of refreshmnet or diversion).
Pengertian Rekreasi Olahraga
Olaharaga rekreasi adalah jenis
kegiatan olahraga yang dilakukan pada waktu senggang atau waktu-waktu luang.
Menurut Kusnadi (2002:4) Pengertian
Olahraga Rekreasi adalah olahraga yang dilakukan untuk tujuan rekreasi.
Menurut Haryono (19978:10) Olahraga
rekreasi adalah kegiatan fisik yang dilakukan pada waktu senggang berdsarkan
keingginan atau kehendak yang timbul karena memberi kepuasan atau kesenangan.
Menurut Nurlan Kusmaedi (2002:4)
olahraga rekreasi adalah kegiatan olahraga yang ditujukan untuk rekreasi atau
wisata.
Menurut Aip Syaifuddin (Belajar aktif
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SMP, Jakarta, Grasindo.1990) Olahraga rekreasi adalah jenis kegiatan
olahraga yang dilakukan pada waktu senggang atau waktu-waktu luang.
Pengertian
rekreasi olahraga suatu kegiatan ynag menyenangkan yang mengandung unsur gerak
positif.
Rekreasi Olahraga adalah aktivitas indoor maupun outdoor yang didominasi
unsure-unsure olahraga (gerak) sehingga dapat menyenangkan
Tujuan Rekreasi Olahraga
Tujuan
rekreasi olahraga adalah:
ü
Pengisi
waktu luang
ü
Pelepas
lelah, kebosanan dan kepenatan
ü
Sebagai
imbangan subsisten activity (kegiatan pengganti/pelengkap), contoh pendidikan
dan pekerjaan/bekerja
ü
Sebagai
pemenuh fungsi sosial (fungsi sosial ini dilakukan untuk kegiatan berkelompok
serta rekreasi aktif).
ü
Untuk
memperoleh kesegaran jasmani dengan olahraga yang menyenangkan
ü
Memperoleh
kesenangan dengan cara berolahraga
ü
Memperkenalkan
olahraga bahwa olahraga itu menyenangkan
Peranan Rekreasi dalam Kehidupan
Menurut
Krippendorf (1994), kegiatan rekreasi merupakan salah satu kegiatan yang dibutuhkan
oleh setiap manusia. Kegiatan tersebut ada yang diawali dengan mengadakan
perjalanan ke suatu tempat. Secara psikologi banyak orang di lapangan yang
merasa jenuh dengan adanya beberapa kesibukan dan masalah, sehingga mereka
membutuhkan istirahat dari bekerja, tidur dengan nyaman, bersantai sehabis
latihan, keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan, mempunyai teman
bekerja yang baik, kebutuhan untuk hidup bebas, dan merasa aman dari resiko
buruk. Melihat beberapa pernyataan di atas, maka rekreasi dapat disimpulkan
sebagai suatu kegiatan yang dilakukan sebagai pengisi waktu luang untuk satu
atau beberapa tujuan, diantaranya untuk kesenangan, kepuasan, penyegaran sikap
dan mental yang dapat memulihkan kekuatan baik fisik maupun mental.
Banyak
nilai yang dapat diperoleh dari rekreasi dengan menggunakan dasar persekutuan.
Ketegangan dapat dilepaskan dan energi yang ada dapat digunakan dengan
cara-cara yang berguna. Anak-anak dapat diajari bagaimana berolah raga dalam
berbagai kegiatan sehingga kemampuan individu dapat dibangun dan ditingkatkan
melalui rekreasi. Anak-anak perlu belajar berelasi dengan orang lain di arena
bermain sebagaimana di dalam kelas atau rumah. Kreativitas dapat ditingkatkan
dan dibangun, dan cara-cara baru untuk melakukannya dapat diperkenalkan. Salah
satu manfaat penting dari rekreasi adalah dalam pembentukan karakter/sifat.
Telah dikatakan bahwa “anak-anak belajar melalui bermain”. Melalui suatu
program rekreasi yang telah disusun dan direncanakan dengan baik, anak-anak
dapat belajar untuk menikmati penggunaan waktu sebaik-baiknya. Tantangan pada
pengajaran yang efektif dengan menggunakan latar alami amat tidak terbatas bagi
para pemimpin dan para guru.
Secara
lebih spesifik peranan rekreasi dalam kehidupan sosial dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
ü
Mengembangkan
rasa menghargai dan mencintai lingkungan serta melestarikannya.
ü
Mengembangkan
pengertian dan kemampuan serta pemahaman akan pentingnya menjaga keseimbangan
lingkungan dan menggunakannya secara bijaksana.
ü
Menggugah
kesadaran manusia akan pentingnya membina hubungan timbal balik antara manusia
dan lingkungannya serta agar semakin mengenal sifat ataupun karakternya.
ü
Membantu
mengembangkan secara positif tingkah laku serta hubungan sosial kepada
individu.
ü
Membantu
mengembangkan ilmu pengetahuan tentang praktek lingkungan yang sehat.
ü
Membantu
membuat pelajaran di kelas agar menjadi lebih berarti melalui pengalaman
langsung di lapangan.
ü
Membuka
peluang membangun kerjasama antar masyarakat sekolah dengan organisasi
pelayanan rekreasi pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
ü
Menumbuhkan
dan atau memperkuat rasa percaya diri dan harga diri yang merupakan pondasi
yang kuat untuk menumbuhkan “self concept”.
ü
Mempererat
persaudaraan dan tumbuhnya saling mendukung diantara anggota kelompok .
ü
Menambah
atau meningkatkan keterampilan dan koordinasi.
ü
Menambah
kesenangan pribadi serta rasa kebersamaan antara anggota kelompok.
ü
Mendidik
seseorang untuk dapat mengisi waktu luangnya dengan kegiatan positif dalam
arti, tidak merugikan dirinya sendiri, orang lain, atau lingkungan/alam dan
sebaliknya mencegah munculnya kegiatan negatif, seperti penggunaan narkoba,
vandalisme kegiatan destruktif, dan kegiatan negatif lain yang sejenis.
ü
Mengembangkan
budaya hidup sehat, baik untuk pribadi maupun untuk orang lain dan atau
lingkungan alamnya.
Sasaran Rekreasi Olahraga
Sasaran
rekreasi olahraga yaitu semua kalangan masyarakat, olahraga sesuai dengan usia
contoh hiking dilakukan oleh anak usia dewasa bukan dilakukan untuk anak kecil.
Dan untuk anak kecil dapat disesuaikan dengan gerak yang dibutuhkan usia anak
kecil.
GERAK
Gerak sebagai kebutuhan anak
Dunia
anak-anak adalah dunia yang segar, baru, dan senantiasa indah, dipenuhi
keajaiban dan keriangan. Demikian Rachel Carson dalam sebuah ungkapannya. Namun
demikian, menurut Carson, adalah kemalangan bagi kebanyakan kita bahwa
dunia yang cemerlang itu terenggut muram dan bahkan hilang sebelum kita dewasa.
Dunia
anak-anak memang menakjubkan, mengandung aneka ragam pengalaman yang
mencengangkan, dilengkapi berbagai kesempatan untuk memperoleh pembinaan . Bila
guru masuk ke dalam dunia itu, ia dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan
pengetahuannya, mengasah kepekaan rasa hatinya serta memperkaya
keterampilannya.
Bermain
adalah dunia anak. Sambil bermain mereka belajar. Dalam hal belajar, anak-anak
adalah ahlinya. Segala macam dipelajarinya, dari menggerakkan anggota tubuhnya
hingga mengenali berbagai benda di lingkungan sekitarn